Ilmu, Amal, Dakwah dan Sabar

Ilmu, Amal, Dakwah dan Sabar

Seorang yang ingin membangun sebuah bisnis, yang ia bercita-cita agar bisnis tersebut tumbuh kembang menjadi bisnis besar, haruslah memiliki ilmu terlebih dahulu terkait dengan bisnis yang ingin ia kelola. Setelah punya ilmu untuk merintisnya, maka ia pasti akan menyebarkan dan memasarkan produk bisnisnya. Dalam memasarkan produknya, ia akan bersabar dengan tantangan yang akan dihadapi ketika ia menjalankan bisnisnya. Nah, di atas adalah konsep yang harus ia miliki agar bisnisnya berkembang dan sukses.

Para pembaca yang budiman, di atas hanyalah sepenggal contoh bagaimana cara sukses di dunia. Tentunya seorang muslim tidak hanya ingin sukses di dunia saja, namun akhiratnya juga. Konsep di atas berlaku juga untuk seorang muslim yang ingin sukses akhiratnya. Terlebih lagi bagi ia yang ingin terjun ke dalam dakwah masyarakat.

Ilmu Dulu, Baru Amal

Yang dimaksud ilmu di sini, mencakup ilmu dunia dan akhirat. Seorang yang ingin menjadi insinyur yang berkualitas, harus belajar terlebih dahulu. Begitu juga jika seorang muslim ingian mengamalkan ajaran Islam, hendaknya memiliki ilmu terlebih dahulu. Jangan sampai ia beribadah tanpa ilmu seperti kaum nashrani yang Allah katakan mereka adalah kaum yang sesat.

Rasulullah mengajarkan kita sebuah doa yang dibacakan setelah salam seusai shalat shubuh.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, rizki yang halal dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadist ini, rizki yang halal disebutkan setelah ilmu. Karena seseorang tidak tahu mana rizki yang halal dan mana rizki yang haram jika tidak disertai dengan ilmu. Dan ilmu yang diminta dalam hadits ini adalah ilmu yang bermanfaat, baik dunia maupun akhirat.

Bukanlah sebuah ilmu yang bermanfaat jika tak diamalkan, karena amal adalah buah dari ilmu. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha semaksimal mungkin mengamalkan setiap ilmu yang ia dapatkan. Ibarat seorang yang menanam pohon, jika ia tidak memetik buahnya, maka buah tersebut akan busuk dan jatuh.

Setelah itu, Dakwahkanlah

Berdakwah adalah sebuah kegiatan yang sangat mulia. Dimana para Nabi dan Rasul mengemban misi ini. Dan dakwah yang paling mulia adalah menyeru kepada Tauhid dan menjauhkan seseorang dari segala macam bentuk kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’.” (An-Nahl: 36)

Rasulullah juga memotivasi umatnya untuk gemar menyebarkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan sebuah kebaikan, maka baginya pahala seperti pelaku (yang mengerjakan kebaikan).” (HR. Muslim)

Allah juga memuji seorang yang menyeru berjuang di jalan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, dan mengerjakan amal yang saleh…” (QS. Fushshilat: 33)

Sabar Dalam Berdakwah

Gangguan dalam berdakwah tentulah ada, karena tidak ada 1 dakwah pun yang mulus tanpa gangguan, termasuk dakwahnya para Nabi dan Rasul. Para ulama menjadikan sabar terbagi atas 3 macam

  1. Sabar dalam menjalankan ketaatan
  2. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan
  3. Sabar dalam menghadapi musibah

Dalam dakwah, gangguan yang diterima termasuk sabar dalam menjalankan ketaatan. Karena dakwah adalah sebuah bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Ke empat konsep di atas, yaitu ilmu, amal, dakwah dan sabar, semuanya telah tercakup dalam Firman Allah Ta’ala dalam surah Al-‘Ashr. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Penutup

Demikianlah 4 konsep dasar yang harus dimiliki seorang muslim dalam mengembangkan kegiatan dakwah Islam dan Sunnah. Semoga kita bisa mengamalkan semuanya dan Allah beri kemudahan  dalam menjalankannya.

Penulis: Wiwit Hardi Priyanto

Artikel Majalah Muslim.Or.Id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s