Apakah Mantan Istri Mengirim Guna-guna?

Guna-Guna dari Mantan Istri

 

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada saudaraku yang mulia…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Telah sampai kepadaku surat darimu, dan semoga Allah menyampaikan pertunjuk-Nya kepadamu. Surat tersebut berisi tentang keadaan yang menimpamu ketika engkau ingin menyetubuhi istrimu yang baru, dan juga berisi kunjunganmu kepada seorang syaikh serta fatwanya kepadamu. Suratmu juga berisi tentang perkara yang dilakukan oleh mantan istrimu yang merupakan penyebab tertahannya engkau ketika ingin menyetubuhi istrimu yang baru serta pertanyaanmu tentang hukum perkara tersebut.

Jawaban terhadap permasalahan ini:

Apabila istrimu yang terdahulu telah benar-benar mengakui perbuatannya, atau terbukti dengan jelas, maka dia telah benar-benar melakukan kemungkaran yang besar, bahkan kekafiran serta kesesatan. Karena perbuatnya tersebut merupakan sihir yang diharamkan. Dan penyihir itu kafir sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الأََخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (Al-Baqarah: 102)

Maka ayat-ayat yang mulia ini menunjukkkan bahwa sihir merupakan kekafiran serta penyihir itu kafir. Adapun para penyihir mereka mempelajari perkara-perkara yang memudharatkan dan tidak bermanfaat bagi mereka. Dan sesungguhnya tujuan mereka adalah memisahkan antara suami dan istri, dan mereka tidaklah memperoleh bagian di sisi Allah pada hari kiamat kelak – maksudnya mereka tidaklah memperoleh keberuntungan berupa keselamatan. Di dalam hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan, para sahabat berkata apa saja itu, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: berbuat syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat berkecamuknya perang melawan musuh dan menuduh berbuat mesum atas wanita mukminah (yang baik dan menjaga dirinya)” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

Adapun syaikh yang memberikan kepadamu obat, maka secara lahiriah dia adalah penyihir pula seperti perempuan tadi, karena tidaklah melakukan amalan sihir melainkan seorang penyihir pula. Dia juga adalah peramal dan dukun yang dikenal mengetahui perkara gaib dalam banyak perkara. Dan wajib bagi seorang muslim untuk memperingatkan mereka dan tidak membenarkan apa-apa yang mereka akui dalam permasalahan gaib karena sabda Rasulullah:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا

‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (Dikeluarkan oleh Muslim dalam sahihnya).

Beliau juga bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَ أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ.

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Maka wajib bagimu untuk bertaubat, menyesali apa yang telah engkau perbuat dan memberitahu ketua hai’ah dan ketua mahkamah tentang perkara syaikh yang disebutkan tadi, begitu pula istrimu yang terdahulu sampai mahkamah dan haiah menahan mereka. Apabila peristiwa semacam ini menimpa dirimu lagi, maka hendaknya engkau bertanya kepada ulama syariat sehingga dia memberitahukan padamu cara pengobatan yang syar’i.

Semoga Allah menganugerahi kita pemahaman di dalam agama, kekokohan di atasnya serta keselamatan dari perkara yang menyelisihinya, sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Diterjemahkan dari حكم السحر و الكهانة وما يتعلق بهما karya Asy Syaikh Ibn Baaz untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s