Category Archives: AQIDAH

Bagaimana Cara Meruqyah Diri Sendiri? | Cara Meruqyah Diri Sendiri | Apa yang bisa dilakukan? | Beberapa Praktek Ruqyah diri Sendiri | doa ketika ada bagian anggota tubuh yang sakit | ruqyah sebelum tidur | ruqyah ketika terluka | Mencegah Lebih Baik dari Pada Mengobati |

Bagaimana Cara Meruqyah Diri Sendiri? | Cara Meruqyah Diri Sendiri | Apa yang bisa dilakukan? | Beberapa Praktek Ruqyah diri Sendiri | doa ketika ada bagian anggota tubuh yang sakit | ruqyah sebelum tidur | ruqyah ketika terluka | Mencegah Lebih Baik dari Pada Mengobati |

quran-page[1]

Cara Meruqyah Diri Sendiri

Bagaimana cara meruqyah diri sendiri, mohon penjelasannya. Terima kasih ustaz…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ruqyah termasuk bagian dari doa. Hanya saja, umumnya dalam bentuk memohon perlindungan dari gangguan sesuatu yang tidak diinginkan. Baik penyakit batin atau fisik.

Ibnul Atsir mengatakan,

والرقية : العوذة التي يرقى بها صاحب الآفة كالحمى والصرع وغير ذلك من الآفات

Ruqyah adalah doa memohon perlindungan, yang dibacakan untuk orang yang sedang sakit, seperti demam, kerasukan, atau penyakit lainnya. (an-Nihayah fi Gharib al-Atsar, 2/254)

Karena itu, kalimat yang dibaca dalam ruqyah sifatnya khusus. Sementara doa lebih umum, mencakup semua bentuk permohonan.

al-Qarrafi mengatakan,

والرقى ألفاظ خاصة يحدث عندها الشفاء من الأسقام و الأدواء والأسباب المهلكة

Ruqyah adalah lafadz khusus yang diucapkan dengan niat mengucapkannya untuk kesembuhan dari penyakit, dan segala sebab yang merusak. (Aunul Ma’bud, 10/264) Read the rest of this entry

Kejahatan an-Nimr, Tokoh Syiah yang Dieksekusi Mati Saudi | Siapa Nimr an-Nimr

Kejahatan an-Nimr, Tokoh Syiah yang Dieksekusi Mati Saudi | Siapa Nimr an-Nimr

Nimr Bagr Al Nimr Tokoh Syiah Saudi

Kejahatan an-Nimr, Tokoh Syiah yang Dieksekusi Mati Saudi

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Siapa Nimr an-Nimr

Read the rest of this entry

Doa Pulang Haji | Segera pulang jika telah selesai semua urusan | Memberi tahu keluarga | Membaca doa ketika melihat kampungnya | Melakukan shalat dua rakaat di masjid terdekat ketika telah tiba | bagi masyarakat di kampung halaman, dianjurkan menyambut kedatangan jamaah haji |

Doa Pulang Haji | Segera pulang jika telah selesai semua urusan | Memberi tahu keluarga | Membaca doa ketika melihat kampungnya | Melakukan shalat dua rakaat di masjid terdekat ketika telah tiba | bagi masyarakat di kampung halaman, dianjurkan menyambut kedatangan jamaah haji |

Doa Pulang Haji

Doa Pulang Haji

Adakah tuntunan Rasulullah membaca doa setelah pulang haji sebelum memasuki rumah? Adakah disunnahkan sholat dua rakaat setelah safar haji? 

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Secara umum, adab dan doa ketika pulang haji, sama dengan adab dan doa ketika pulang safar.

Lebih lengkapnya bisa kita rinci sebagai berikut,

Pertama, Segera pulang jika telah selesai semua urusan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar itu bagian dari azab (melelahkan), menghalangi salah seorang untuk makan, minum, dan tidur dengan nyaman. Karena itu, apabila kalian telah menyelesaikan urusannya, bersegeralah pulang menemui keluarganya.” (HR. Bukhari 1804 & Muslim 1927)

Kedua, Memberi tahu keluarga Read the rest of this entry

Fenomena Artis Bercadar | Ketika Artis Bercadar | Mereka Berlindung dengan Islam |

Fenomena Artis Bercadar | Ketika Artis Bercadar | Mereka Berlindung dengan Islam |

Ketika Artis Bercadar

Mohon tanggapan mengenai kasus artis yang banyak bercadar di persidangan. Apakah itu melecehkan islam?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bagian dari tabiat manusia yang lemah, ketika dia kepepet, dia akan mencari perlindungan.

Termasuk diantaranya mereka berlindung kepada aturan Allah, dengan mengikrarkan syahadat laa ilaaha illallah, ngaku mukmin, untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan dari umat islam.

Seperti yang dilakukan komplotan munafik Madinah.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ . يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” Padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman .Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. al-Baqarah: 8 – 9)

Termasuk juga yang dialami Usamah radhiyallahu ‘anhu. Beliau pernah diutus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tugas jihad. Suatu ketika beliau menyerang huruqat, kampung bani Juhainah, hingga beliau dan satu orang anshar berhasil mengejar seorang laki-laki. Ketika kami hendak menyerangnya, lelaki ini mengucap laa ilaaha illallaah. Orang anshar tadi menarik pedangnya dan tidak jadi nyerang, sementara Usamah tetap menyerangnya hingga terbunuh. Read the rest of this entry

Mengapa Surat at-Taubah tidak Diawali Basmalah? | Surat at-Taubah tidak Diawali Basmalah |

 

surat at-taubah

Surat at-Taubah tidak Diawali Basmalah

Mengapa di awal surat at-taubah tidak ada basmalah?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ada dua versi penjelasan, mengapa di surat at-Taubah tidak diawali dengan bacaan basmalah.

Pertama, tidak adanya basmalah di awal surat at-Taubah adalah ijtihad sahabat terkait urutan al-Quran yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para sahabat menyimpulkan dari beliau, yang kemudian menjadi acuan penulisan dalam mushaf Utsmani.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menanyakan hal ini kepada Utsman radhiyallahu ‘anhu,

مَا حَمَلَكُمْ أَنْ عَمَدْتُمْ إِلَى الأَنْفَالِ وَهِىَ مِنَ الْمَثَانِى وَإِلَى بَرَاءَةَ وَهِىَ مِنَ الْمِئِينَ فَقَرَنْتُمْ بَيْنَهُمَا وَلَمْ تَكْتُبُوا بَيْنَهُمَا سَطْرَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَوَضَعْتُمُوهُمَا فِى السَّبْعِ الطُّوَلِ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى ذَلِكَ

Apa yang menyebabkan anda memposisikan surat al-Anfal disambung dengan surat at-Taubah, sementara anda tidak menuliskan kalimat basmalah diantara keduanya. Dan anda letakkan di 7 deret surat yang panjang. Apa alasan anda?

Jawab Utsman,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِمَّا يَأْتِى عَلَيْهِ الزَّمَانُ وَهُوَ تَنْزِلُ عَلَيْهِ السُّوَرُ ذَوَاتُ الْعَدَدِ فَكَانَ إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الشَّىْءُ دَعَا بَعْضَ مَنْ كَانَ يَكْتُبُ فَيَقُولُ ضَعُوا هَؤُلاَءِ الآيَاتِ فِى السُّورَةِ الَّتِى يُذْكَرُ فِيهَا كَذَا وَكَذَا وَإِذَا نَزَلَتْ عَلَيْهِ الآيَةُ فَيَقُولُ ضَعُوا هَذِهِ الآيَةَ فِى السُّورَةِ الَّتِى يُذْكَرُ فِيهَا كَذَا وَكَذَا

Selama masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan wahyu, turun surat-surat yang ayatnya banyak. Ketika turun kepada beliau sebagian ayat, maka beliau akan memanggil sahabat pencatat al-Quran, lalu beliau perintahkan, “Letakkan ayat-ayat ini di surat ini.” Ketika turun ayat lain lagi, beliau perintahkan, “Letakkan ayat ini di surat ini.”

Utsman melanjutkan,

وَكَانَتِ الأَنْفَالُ مِنْ أَوَائِلِ مَا أُنْزِلَتْ بِالْمَدِينَةِ وَكَانَتْ بَرَاءَةُ مِنْ آخِرِ الْقُرْآنِ وَكَانَتْ قِصَّتُهَا شَبِيهَةً بِقِصَّتِهَا فَظَنَنْتُ أَنَّهَا مِنْهَا فَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَلَمْ يُبَيِّنْ لَنَا أَنَّهَا مِنْهَا

Sementara surat al-Anfal termasuk surat yang pertama turun di Madinah. Sedangkan surat at-Taubah, turun di akhir masa. Padahal isi at-Taubah mirip dengan surat al-Anfal. Sehingga kami (para sahabat) menduga bahwa surat at-Taubah adalah bagian dari surat al-Anfal. Hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beliau tidak menjelaskan kepada kami, bahwa at-Taubah itu bagian dari al-Anfal.

Lalu Utsman menegaskan,

فَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَرَنْتُ بَيْنَهُمَا وَلَمْ أَكْتُبْ بَيْنَهُمَا سَطْرَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَوَضَعْتُهَا فِى السَّبْعِ الطُّوَلِ

Karena alasan ini, saya urutkan al-Taubah setelah al-Anfal, dan tidak kami beri pemisah dengan tulisan bismillahirrahmanirrahim, dan aku posisikan di tujuh surat yang panjang. (HR. Ahmad 407, Turmudzi 3366, Abu Daud 786, dan dihasankan at-Turmudzi dan ad-Dzahabi)

Alasan sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu ini, seolah menjelaskan latar belakang, mengapa di awal surat at-Taubah tidak tertulis basmalah. Yang sejatinya, ini merupakan hasil pemahaman sahabat terhadap al-Quran yang mereka dapatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, tidak adanya basamalah di awal at-Taubah, karena beda konten basmalah dengan at-Taubah. Read the rest of this entry

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.974 pengikut lainnya